Hari Kedua Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Diisi dengan Penguatan Karakter, Literasi Digital, dan Kesiapsiagaan Bencana
Hari kedua pelaksanaan Masa
Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung dengan tertib, terarah, dan
penuh antusiasme. Berbagai materi edukatif disampaikan kepada peserta didik
baru sebagai bekal dalam membentuk karakter, meningkatkan wawasan, serta
menumbuhkan sikap bertanggung jawab sebagai warga sekolah yang berintegritas.
Kegiatan dimulai pada pukul 07.00
hingga 08.00 WIB dengan absensi di kelas. Pada sesi ini, seluruh
peserta didik melakukan presensi bersama wali kelas dan panitia guna memastikan
kehadiran sekaligus mempersiapkan diri sebelum mengikuti rangkaian kegiatan
hari ketiga. Selain itu, peserta didik juga memperoleh pengarahan singkat
mengenai tata tertib selama kegiatan berlangsung.
Selanjutnya, pada pukul 08.00
hingga 08.15 WIB, seluruh peserta didik diarahkan menuju Gedung Olahraga
(GOR) oleh Penanggung Jawab (PJ) kelas. Proses perpindahan menuju lokasi
kegiatan dilakukan secara tertib dengan pendampingan panitia Organisasi Siswa
Intra Sekolah (OSIS) sehingga seluruh peserta dapat memasuki area kegiatan
dengan aman dan teratur.
Memasuki sesi utama, mulai pukul 08.15
hingga 09.45 WIB, peserta didik memperoleh materi bertajuk "Etika
Bermedia Sosial dan Jejak Digital serta Dampak Game Online" yang
disampaikan oleh Pesona FM. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman
mengenai pentingnya menggunakan media sosial secara bijaksana, menjaga etika
dalam berkomunikasi di ruang digital, serta menyadarkan peserta didik bahwa
setiap aktivitas di internet akan meninggalkan jejak digital yang dapat
berdampak terhadap masa depan mereka. Selain itu, narasumber juga mengulas
dampak positif maupun negatif permainan daring (game online), sehingga peserta
didik mampu mengatur waktu bermain secara seimbang dan tidak mengganggu
aktivitas belajar maupun kehidupan sosial.
Setelah itu, pada pukul 09.45
hingga 10.45 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai "Hoaks
dan Cyber Bullying serta Perilaku Remaja" yang dibawakan oleh UPIPA.
Dalam sesi ini, peserta didik diberikan wawasan mengenai bahaya penyebaran
informasi palsu (hoaks), cara mengenali berita yang belum tentu benar, serta
pentingnya melakukan verifikasi informasi sebelum membagikannya kepada orang
lain. Selain itu, peserta juga diajak memahami bentuk-bentuk perundungan di
dunia maya (cyber bullying), dampak psikologis yang dapat ditimbulkan, serta
upaya pencegahan dan penanganannya. Materi ini menjadi bekal penting agar
peserta didik mampu membangun budaya komunikasi yang santun, saling menghargai,
dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi digital.
Pada sesi berikutnya, yaitu pukul 10.45
hingga 12.15 WIB, peserta mengikuti materi "Penanggulangan Bencana
di Sekolah" yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BNPBD). Materi ini memberikan pemahaman mengenai berbagai potensi
bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, langkah-langkah mitigasi
bencana, prosedur evakuasi yang benar, serta pentingnya kesiapsiagaan seluruh
warga sekolah dalam menghadapi kondisi darurat. Melalui materi tersebut,
peserta didik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan diri
maupun orang lain serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika
menghadapi situasi bencana.
Setelah mengikuti rangkaian materi
edukatif, peserta didik melaksanakan Istirahat, Salat, dan Makan (ISOMA)
pada pukul 12.15 hingga 13.15 WIB. Waktu ini dimanfaatkan peserta untuk
beristirahat, melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing, serta mengisi
kembali energi sebelum melanjutkan kegiatan pada sesi siang.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada
pukul 13.15 hingga 14.15 WIB dengan agenda PBB (Peraturan
Baris-Berbaris) yang dipandu oleh Pramuka dan Pasukan Pengaman Sekolah
(Pasgasa). Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih mengenai
kedisiplinan, kekompakan, kepemimpinan, serta kemampuan bekerja sama dalam
sebuah kelompok. Latihan baris-berbaris juga bertujuan membentuk karakter yang
tangguh, bertanggung jawab, serta memiliki rasa hormat terhadap aturan dan
sesama.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan hari kedua, pada
pukul 14.15 hingga 14.45 WIB dilaksanakan apel sore yang dipimpin
oleh panitia OSIS. Dalam apel tersebut dilakukan evaluasi singkat
terhadap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan, penyampaian informasi
mengenai agenda hari berikutnya, serta pemberian motivasi kepada seluruh
peserta didik agar tetap menjaga semangat dan disiplin selama mengikuti MPLS.
Selama pelaksanaan kegiatan hari
kedua, peserta didik diwajibkan mengenakan seragam identitas SMP
sebagai bentuk kerapian dan identitas resmi selama kegiatan berlangsung. Selain
itu, setiap peserta diminta membawa alat tulis, tumbler, serta makanan
ringan untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran dan menjaga kondisi
fisik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Secara keseluruhan, pelaksanaan
hari kedua MPLS berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Berbagai
materi yang diberikan tidak hanya memperluas pengetahuan peserta didik mengenai
literasi digital, etika bermedia sosial, pencegahan hoaks, bahaya perundungan
siber, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga memperkuat
nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap
lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik baru
mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan sekolah serta menjadi generasi yang
berkarakter, cerdas, tangguh, dan bertanggung jawab dalam kehidupan
bermasyarakat maupun di era digital.

Smoteng memang yahutttt
BalasHapus